"Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup
tak pernah berhenti mengajarkan."
Kalimat motivasi ini seakan penyemangat diri untuk terus
belajar dan berkarya. Malam ini fokus ke kelas belajar menulis bersama Om Jay
dengan Narasumber berprestasi dari Kota Toraja. Yulius Roma Patandean, S.Pd yang sebelumnya merupakan peserta pada kelas
menulis gelombang delapan. Yang muda yang berkarya, semangat ini bisa disematkan
ke beliau mengingat banyak sudah prestasinya. Berikut sekilas prestasi dan
karya dari pak Roma :
Prestasi
1.Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada
Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017.
2.Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu pada ajang
Gurulympics PGRI tahun 2020.
Buku-buku yang telah
ditulis:
Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020);
Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi
Transformasi Dunia (Penerbit ANDI,
2020);
Flipped Classroom (Penerbit
ANDI, 2020);
Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit
Oase Pustaka, 2020);
Antologi Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari
Rumah (Penerbit Tata Akbar, 2020);
Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit
Pustaka Ilalang, 2020);
Tetesan Di Ujung Pena (Penerbit
Eduvation, 2021).
Wah… kapan bisa punya prestasi seperti beliau serta dapat
menerbitkan karya buku-buku hebat.
Tema malam ini
adalah Menulis dan Berbagi Ini adalah pengalaman narasumber sendiri dalam menunjang
produktifitas menulisnya. Yakin bahwa kita semua memiliki ide dan pengalaman
yang bisa dituliskan. Kita memiliki karunia untuk menulis. Tinggal bagaimana
mengolah kedua hal ini untuk menjadi penopang tulisan yang terstruktur menjadi
sebuah buku.
Membuat resume dari materi-materi yang disampaikan
narasumber adalah salah satu cara melatih keaktifan kita untuk menulis.
Jadikanlah menulis resume adalah menu wajib sekaligus alarm bagi kita untuk
konsisten menulis. Mengapa resume? Karena resume inilah yang paling mudah kita
bahasakan saat kita mulai belajar menulis. Kontennya sudah ada, tinggal diolah
dan diberi bumbu kreatifitas mengolah kata-kata sehingga bahasanya renyah untuk
dibaca (Kata Omjay dan Pak Mukminin).
Menulislah tanpa beban, seperti air yang mengalir dari
ketinggian, di mana ia akan berhenti di tempat yang datar untuk menjadi satu
kumpulan yang besar. Demikianlah kata demi kata yang kita tuliskan, sedikit
demi sedikit, pada akhirnya akan terkumpul menjadi naskah yang bisa dibukukan.
Ternyata buku juga ada
standar halaman supaya bisa menjadi buku
Menurut format aturan UNESCO, minimal isi buku adalah 40
halaman. Untuk mencoba membuat buku dengan standar ini, menulis minimal 20
resume dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI ini menjadi kewajiban yang harus
bapak/ibu guru lakukan. Jika tiap resume menghasilkan masing-masing 5 halaman
ukuran kertas A5, maka 20 resume sudah menghasilkan 100 halaman naskah buku.
Ternyata menulis juga harus
berbagi
Sesuai dengan pengalaman Pak Roma, membagikan
praktik-praktik baik tentang menulis kepada orang lain adalah pemberi motivasi
baginya untuk terus menulis. walaupun harus diakui bahwa motivasi menulis
guru-guru di tiap daerah itu berbeda-beda. Selain membagikan tulisan di blog ke
grup WA sekolah dan media sosial, beliau juga ikut menuliskan artikel di laman
guru berbagi.kemdikbud.go.id. yang telah ada dua artikelnya yang sudah
diterbitkan di laman ini.Berbagi ke rekan-rekan kerja di sekolah, termasuk
mengajak rekan-rekan guru dari sekolah lain untuk menulis. Supaya mereka
termotivasi, yang memberi bukti lebih dulu, menulis puisi dan terbit jadi
sebuah buku.Berbagi demikian untuk memberikan motivasi ke rekan-rekan guru di
sekolah dan daerah, bahwa menulis itu bisa kita lakukan.
Bagaimana
agar para rekan-rekan bisa lebih antusias menulis, sehingga kita dan rekan bisa
seiring sejalan menggapai kemajuan literasi?
Terus berjuang mengajak rekan-rekan guru menulis, memulai
menulis cerpen dengan siswa, semoga langkah ini akan melecut semangat
guru-guru, ketika siswanya bisa menerbitkan buku ber-ISBN. Sampikanlah kalimat
pak Thamrin dari YPTD, menulislah untuk mendapatkan mahkota menulis, yakni
buku ber-ISBN.
Bagaimana trik khusus agar memilih
orang yang tepat untuk berbagi tulisan ?
Trik paling baik adalah trik pedagang keliling seperti yang
disampaikan Om Jay, share saja berulang-ulang, suatu-saat pasti ada yang
berminat. Sering share tulisan blog di
medsos, namun lebih banyak yang tidak terbaca dari pada terbacanya ternyata. Terkait
minat pembaca sebenarnya ada hubungannya dengan tipe kawan-kawan kita di
medsos, kalau tipe teman kita lebih
banyak pembuat canda, maka tulisan yang kita share minimal judulnya bernada
lucu, kemudian tambahkan gambar atau photo yang mendukung narasi kita.
Akhir kata, kelas ditutup dengan kalimat motivasi. " Menulislah
seperti air mengalir, setiap ada kendala selalu ada jalan keluarnya, seperti
air yang senantiasa mencari celah baginya untuk mengalir. Tantangan terbesar
menulis adalah diri kita. Jadi mari kalahkan diri kita agar kita konsisten
menulis di tengah keterbatasan yang melingkupi kita"
Sejak
Perang Dunia Kedua tahun 1945 Jerman praktis terpecah dua. Perpecahan itu
berlangsung sampai tahun 1990, ketika Jerman Timur resmi membubarkan diri dan
bergabung ke Jerman Barat. Mengapa Jerman pecah menjadi Jerman Barat dan Jerman
Timur dan bagaiman proses bubarnya Jerman Timur dan kemudian Bergabung dengan
Jerman Barat ?
1. Pecahnya Jerman
Di
akhir Perang Dunia II, Jerman terbagi atas 4 wilayah pendudukan
militer di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di barat,
serta satu wilayah di bawah kekuasaan Uni Soviet di timur. Tujuan awalnya
adalah untuk bersama bekerja membantu pembangunan kembali Jerman sekaligus agar
negara itu tidak lagi menjadi ancaman bagi perdamaian dunia. Perang Dingin
kemudian mengubahnya. Republik Demokratik Jerman (GDR) didirikan oleh Uni
Soviet pada 7 Oktober 1949 di timur setelah beberapa bulan sebelumnya tiga
wilayah lain di barat bergabung menjadi Republik Federal Jerman.
Perpecahan Jerman adalah
cerminan klaim yang diajukan oleh pihak Sekutu yang memenangkap peperangan pada
tahun 1945. Di satu sisi ada AS, Prancis, dan Inggris; di sisi lain, Uni
Soviet. Mereka membentuk aliansi untuk mengalahkan Jerman dibawah rezim Nazi
Hitler, namun kedua kubu punya ideologi berbeda yang segera menjadi jelas lagi
setelah Jerman menyerah. Pihak sekutu Barat ketika itu memotori pendirian
Jerman Barat, sedangkan penguasa Uni Soviet Josef Stalin memerintahkan
pendirian Jerman Timur. Uni Soviet ketika itu memang mendominasi Eropa Timur
dengan ideologi sosialisme dan sistem ekonomi terencana.
2. Berdirinya Jerman Timur
Jerman
Timur, atau nama resminya Republik Demokratik Jerman atau RDJ merupakan
negara Blok Timur selama periode Perang Dingin. Republik
Demokratik Jerman, atau lebih dikenal sebagai Jerman Timur, didirikan 7 Oktober
1949 - empat tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua dan empat bulan
setelah berdirinya. Republik Federal Jerman, atau Jerman Barat.
Bendera Jerman Timur
Karakteristik
negara-negara sosialis di Eropa Timur: tidak ada kebebasan pers, tidak ada
kebebasan bergerak, tidak ada lembaga peradilan yang independen, dan tidak ada
partai politik maupun pemilu bebas. Polandia, Hongaria, Rumania, dan Jerman
Timur hanyalah beberapa negara yang saat itu disebut negara Tirai Besi. Mereka
semuanya menyandang nama demokrasi, namun sistem pemerintahannya adalah
kediktatoran.
Karakteristik
negara-negara sosialis di Eropa Timur: tidak ada kebebasan pers, tidak ada
kebebasan bergerak, tidak ada lembaga peradilan yang independen, dan tidak ada
partai politik maupun pemilu bebas. Polandia, Hongaria, Rumania, dan Jerman
Timur hanyalah beberapa negara yang saat itu disebut negara Tirai Besi. Mereka
semuanya menyandang nama demokrasi, namun sistem pemerintahannya adalah
kediktatoran.
Jerman Timur ketika itu
punya peran geografis dan politik khusus di Blok Timur, karena langsung
berbatasan dengan Blok Barat. Selain itu, kota Berlin yang terbagi dua terletak
di wilayah Timur. Dengan demikian, Berlin Barat yang termasuk Blok Barat
seperti menjadi pulau di Jerman Timur yang sosialistis.
Di
kota Berlin terjadi persaingan antara sistem kapitalisme dan sosialisme. Kota
dengan lebih tiga juta penduduk itu menjadi pusat Perang Dingin. Sampai 1961
perbatasan Berlin barat dan timur menjadi jalur pengungsi yang ingin melarikan
diri Blok Timur ke Blok Barat. Namun jalur itu tertutup dengan pembangunan
Tembok Berlin. Sebelumnya, lebih dari satu juta orang yang tidak setuju dengan
sistem sosialis yang otoriter sudah melarikan diri ke Jerman Barat.
Setelah
Tembok dibangun, masyarakat Jerman Timur makin terisolasi. Tahun 1970-an,
Kanselir Jerman Barat saat itu Willy Brandt memulai era diplomasi baru dengan
memulihkan hubungan diplomatik ke Jerman Timur. Tahun 1971, Willy Brandt
dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian untuk politiknya, dan 1973 kedua
negara Jerman menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Berlin Wall 1961
Namun usia negara Jerman
Timur relatif singkat. Rezim sosialistis gagal mengembangkan ekonomi dan
menjamin kesejahteraan bagi warganya, tertinggal jauh dengan perkembangan di
Jerman Barat yang demokratis. Warga Jerman Timur tidak memiliki kebebasan
berpendapat dan juga hanya boleh bepergian ke luar negeri dengan ijin khusus,
yang sulit didapat.
Warga Jerman Timur
mengekspresikan kekecewaan mereka tidak hanya melalui demonstrasi massal di
jalan-jalan, melainkan juga dengan ramai-ramai mengajukan permohonan bepergian
ke luar negeri.
Setelah Perang Dunia
Kedua,Eropa dibagi-bagi antara Uni Soviet dan negara-negara Barat. Soviet
kemudian mendirikan "Tirai Besi" yang memisahkan Timur dari
Barat.Jerman yang kalah perang dibagi-bagikan untuk Amerika Serikat, Inggris,
Prancis dan Uni Soviet-yang menduduki bagian timur. Jerman Timur - yang
namaresminya adalah Republik Demokratik Jerman -
menjadi tumpuan Uni Soviet di Eropa Barat. Tembok Berlin dibangun tahun 1961
karena banyak warga Berlin Timur yang menyeberang ke Barat. Berlin - yang terletak
di bagian Timur Jerman - sendiri terbagi empat. Wilayah Inggris, Prancis, dan
AS di barat dan zona Soviet di timur. Maka Berlin Barat menjadi kantong negara
Barat yang dikelilingi oleh wilayah Jerman Timur.
Kegagahan Tembok Berlin setelah menjulang selama
28 tahun akhirnya runtuh. tembok yang menjadi simbol pemisah tersebut
dirobohkan oleh massa. Aksi massa ini didorong oleh runtuhnya Uni Soviet serta
penerapan sejumlah reformasi liberal yang dilakukan oleh Jerman Timur
sebelumnya. Pada tanggal 9 November 1989 pagi, massa dari Jerman Barat dan
Jerman Timur berkumpul di Tembok Berlin. Aksi ini didasari oleh pengumuman
Pemerintah Jerman Timur. Pada pagi 9 November, pemerintah Jerman Timur,
mengatakan jika warganya bisa dengan bebas melintasi tembok pembatas ke wilayah
Barat. Setelah itu, warga Jerman Timur mengerumuni Tembok Berlin, di mana
mereka disambut oleh warga di Berlin Barat.
Melansir laman History, orang-orang
dari Berlin Barat dan Timur mulai berkumpul di sekitar tembok. Mereka
menyerukan kalimat Tor auf atau "Buka Gerbangnya" sembari minum bir
serta champagne. Kemudian, pada tengah malam, massa mulai memenuhi checkpoint
tembok. Saat itu, dilaporkan sebanyak 2 juta orang datang berkumpul di Tembok
Berlin. Mereka memanjat dan membongkarnya. Kala itu, massa meruntuhkan tembok
menggunakan palu dan berusaha menyingkirkan potongan-potongan tembok menjauh
dari lokasi aslinya. Orang-orang Berlin sendiri menyebut mereka yang
meruntuhkan tembok sebagai Mauerspechte atau para pelatuk tembok. Beberapa jurnalis
menggambarkan peristiwa tersebut sebagai pesta rakyat terbesar dalam sejarah dunia. Setelah tembok pemisah berhasil
dibuka, massa mulai melintasi pagar. Arsip pemberitaan Harian The Guardian, 11
November 1989 menggambarkan, para penduduk melintasi tembok dengan sukacita,
heran, tangis, dan tawa. Meski telah dirusak oleh massa dengan hanya
bermodalkan tangan dan palu. Namun beberapa hari kemudian, tembok kembali
dirobohkan dengan menggunakan alat berat seperti crane hingga buldozer.
Setelah tembok yang
menghalangi aktivitas masyarakat Berlin tersebut menghilang, warga kota kembali
bersatu sejak dipisahkan pada tahun 1945. Seorang warga kemudian menuliskan
kalimat "Hanya hari ini, perang benar-benar telah usai", pada bagian
tembok yang telah runtuh. Sejak didirikan pada tahun 1961, sebanyak 5.000 orang
gagal menembus blokade tembok. Selain itu, sebanyak 191 orang meninggal dunia
dalam usaha untuk melintasi tembok pembatas tersebut. Hampir setahun setelah
runtuhnya tembok pemisah tersebut. Proses reunifikasi atau bergabungnya Jerman
Barat dan Timur terjadi pada tanggal 3 oktober 1990.
4. Bubarnya Jerman Timur dan Bersatunya Jerman
Pimpinan
Jerman Timur Erich Honecker memerintah dengan otoriter dengan bantuan dinas
rahasia Stasi yang sangat ditakuti. Namun mereka tidak bisa menghentikan erosi
kepercayaan. Dengan perubahan di Uni Soviet yang dicanangkan oleh Mikhail
Gorbachev, Eropa Timur pun mengalami perubahan besar, terutama Polandia dan
Hongaria. Desakan untuk kebebasan dan demokrasi makin lantang disuarakan.
Pada
tanggal 7 Oktober 1989, rezim sosialistis di Jerman Timur meggalang perayaan
besar 40 tahun pendirian Republik Demokratik Jerman Timur. Namun warga yang
sudah kehilangan kepercayaan dan menolak penindasan terus menggalang aksi
protes damai yang makin lama makin luas di berbagai kota. Akhirnya, pada 9
November 1989, rezim terpaksa menyerah pada desakan puluhan ribu orang yang
ingin melewati perbatasan antara Berlin Timur dan Berlin Barat.
Pasukan
penjaga perbatasan dan agen-agen Stasi tidak berani melepaskan tembakan kepada
ribuan warga yang berunjuk rasa, dan akhirnya membuka perbatasan setelah ada
perintah dari pejabat tinggi Jerman Timur. 9 November kemudian diperingati
sebagai hari runtuhnya Tembok Berlin. Erich Honecker terpaksa mundur dan
melarikan diri ke Kedutaan Chile di Moskow, namun kemudian diekstradisi ke
Jerman untuk diadili. Dia akhirnya dilepaskan pengadilan atas alasan kesehatan
dan pindah ke Chile.
Parlemen darurat yang
dibentuk oleh kalangan pro-demokrasi akhirnya melaksanakan pemilihan umum untuk
memilih parlemen baru yang demokratis. Lalu parlemen baru Jerman Timur pun
memutuskan pembubaran negaranya dan penggabungan ke Jerman Barat.
Pada
awal tahun 1990 muncul ide untuk melakukan unifikasi atau penyatuan Jerman
kembali. Ide itu muncul pada pertemuan di Ottawa, Ibukota Kanada pada bulan
Februari 1990 yang dihadiri oleh keempat Menteri Luar Negeri dari negara
-negara pemenang Perang Dunia II dan kedua Menteri Luar Negeri dari Jerman
Barat dan Jerman Timur. Pertemuan itu lebih dikenal dengan rumusan Dua Plus
Empat, yang terdiri dari Jerman Barat dan Jerman Timur dengan Amerika Serikat,
Uni Soviet, Inggris, dan Prancis.
Pertemuan-pertemuan
selanjutnya tersus berlanjut membicarakan penyatuan Jerman dan para pejabat
dari enam negara itu telah mempersiapkan berbagai rapat kerja yang menghasilkan
pertemuan para menteri luar negeri. Pertemuan pertama diselenggarakan di Bonn,
Ibukota Jerman Barat pada bulan Mei 1990. Sebulan kemudian pasca pertemuan di
Bonn, diselenggarakan pertemuan di Berlin Timur dan Paris. Memasuki babak akhir
prosesi unifikasi, pada tanggal 12 September 1990, pertemuan diselenggarakan di
Moskow, Uni Soviet. Pada pertemuan tersebut tercipta rumusan mengenai penyatuan
Jerman.
Pertemuan
Dua Plus Empat itu menjadi awal permulaan yang menghubungkan satu perundingan
dengan perundingan yang lainnya, salah satunya Sidang Pertemuan
Puncak Ekonomi Internasional pada bulan Juli 1990, kemudian Pertemuan
Puncak NATO, serta pertemuan tentang pengurangan persenjataan di Wina, Austria
pada bulan Agustus 1990, pertemuan khusus dari Konferensi Keamanan dan Kerja
Sama Eropa di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di
samping itu, keberhasilan perundingan dalam rangka mencapai kesepakatan
penyatuan Jerman tidak terlepas dari peran Presiden Uni Soviet, Mikhail
Gorbachev yang berhasil menciptakan suatu arus pemikiran baru dalam Politik
Luar Negeri Uni Soviet. Demokratisasi dari Uni Soviet yang menyebar terhadap
negara-negara Komunis di Eropa Barat, Tengah dan Timur juga menjadi faktor
pendorong terciptanya proses Unifikasi Jerman. Implementasi baru itu akhirnya
mengubah tatanan politik yang ditancapkan oleh Rezim Joseph Stalin yang selama
ini bercokol di Eropa Timur dan Tengah. Politik baru itu memungkinkan rakyat
Jerman turun ke jalan untuk menyatukan Jerman sebagai satu kesatuan tanah air.
Pada tanggal 3 Oktober 1990 Jerman bersatu sekitar 17 juta
warga Jerman Timur praktis menjadi warganegara Jerman Barat. Tanggal 3 Oktober
kemudian dicanangkan sebagai Hari Penyatuan Jerman (Tag der Deutschen Einheit)
dan dinyatakan sebagai hari libur nasional.
Peristiwa
Reunifikasi Jerman tidak bisa terlepas dari melemahnya kekuatan politik dan
ekonomi Uni Soviet pada pertengahan dekade 1980-an. Berikut faktor-faktor
pendorong Reunifikasi Jerman:
1)Kegagalan
kebijakan Glasnost dan Perestroika di Uni Sovyet Penerapan kebijakan Glasnost
(keterbukaan politik) dan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) yang diterapkan
Michael Gorbachev pada tahun 1985 tidak mampu membawa dampak positif bagi Uni
Soviet dan negara-negara bawahannya. Hal tersebut berdampak pada munculnya
semangat masyarakat Jerman Timur untuk melepaskan diri dari Uni Soviet.
2)Pemerintah
komunis Jerman Timur yang otoriter Masyarakat Jerman Timur pada masa pendudukan
Uni Soviet mengalami banyak kesulitan dalam segi sosial, ekonomi dan politik.
Hal tersebut merupakan disebabkan oleh penerapan kebijakan otoriter Uni Soviet
yang membatasi aktivitas masyarakat Jerman Timur. Baca juga: Sejarah Perang
Salib III (1189-1192)
3)Kemajuan
Jerman Barat Jerman Barat yang berada di bawah Amerika Serikat mengalami
kemajuan yang sangat pesat dalam segala bidang. Hal tersebut menimbulkan
keinginan masyarakat Jerman Timur untuk melakukan reunifikasi.
Rangkuman
1.Di akhir Perang Dunia II,Jerman terbagi atas 4
wilayah pendudukan militer di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris, dan
Prancis di barat, serta satu wilayah di bawah kekuasaan Uni Soviet di timur.
Tujuan awalnya adalah untuk bersama bekerja membantu pembangunan kembali Jerman
sekaligus agar negara itu tidak lagi menjadi ancaman bagi perdamaian dunia.
2.Republik Demokratik
Jerman, atau lebih dikenal sebagai Jerman Timur, didirikan 7 Oktober 1949 -
empat tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua dan empat bulan setelah
berdirinya. Republik Federal Jerman, atau Jerman Barat.
3.Di kota Berlin terjadi
persaingan antara sistem kapitalisme dan sosialisme. Kota dengan lebih tiga
juta penduduk itu menjadi pusat Perang Dingin. Sampai 1961 perbatasan Berlin
barat dan timur menjadi jalur pengungsi yang ingin melarikan diri Blok Timur ke
Blok Barat. Namun jalur itu tertutup dengan pembangunan Tembok Berlin.
4.Tembok Berlin dibangun
tahun 1961 karena banyak warga Berlin Timur yang menyeberang ke Barat.
Kegagahan Tembok Berlin setelah menjulang selama 28 tahun akhirnya runtuh.
tembok yang menjadi simbol pemisah tersebut dirobohkan oleh massa.
5.Pimpinan Jerman Timur
Erich Honecker yang memerintah otoriter dengan bantuan dinas rahasia Stasi yang
sangat ditakuti terpaksa mundur dan melarikan diri ke Kedutaan Chile di Moskow,
namun kemudian diekstradisi ke Jerman untuk diadili. Dia akhirnya dilepaskan
pengadilan atas alasan kesehatan dan pindah ke Chile. Parlemen darurat yang
dibentuk oleh kalangan pro-demokrasi akhirnya melaksanakan pemilihan umum untuk
memilih parlemen baru yang demokratis.
6.Parlemen baru Jerman
Timur memutuskan pembubaran negaranya dan penggabungan ke Jerman Barat. Proses
reunifikasi atau bergabungnya Jerman Barat dan Timur terjadi pada tanggal 3
oktober 1990 atau hampir setahun setelah runtuhnya tembok pemisah tersebut.
Tuesday, 26 January 2021
7 TEKNIK MEMBUAT RESUME MENJADI BUKU
Menulislah agar hidupmu bermakna, menulislah agar hidupmu berwarna, menulislah hari ini, agar kau dikenal esok hari. (Aam Nurhasanah)
Awal berdirinya Vietnam Selatan itu ketika Perancis berusaha
mendirikan negara-negara boneka di kawasan Indocina di akhir Perang Dunia ke
II. Dengan hadirnya Vietnam Selatan, otomatis membuat Vietnam terpecah. Hal itu
membuat Ho Chi Minh sangat marah, karena ia menginginkan Vietnam menjadi negara
yang merdeka dan utuh.Kemudian terjadilah perang Indocina I pada tahun
1946-1954, yaitu antara Vietnam Utara yang didukung oleh Tiongkok dan Vietnam
Selatan didukung oleh Perancis.
Vietnam Utara yang dipimpin oleh Ho Chi Minh mendapat pengakuan
dari Rusia dan Tiongkok pada tanggal 31 Januari 1950. Kemudian Vietnam Selatan
yang dipimpin oleh Bao Dai juga mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan
Inggris pada 7 Februari 1950, namun di satu sisi sebagian besar rakyat tidak
mau mengakuinya.
B.Perang Indocina
1)Perang Indocina I (1946-1954)
Perang Indochina Pertama (juga disebut Perang Indochina Prancis,
Perang PrancisVietnam, Perang Indochina adalah pertempuran yang terjadi di
Prancis Indochina antara tahun 19 Desember 1946 sampai 1 Agustus 1954 antara
Prancis yang dibantu oleh Vietnam Selatan melawan Viet Minh, dipimpin oleh Ho
Chi Minh dan Vo Nguyen Giap.
Perang Indocina I berhenti setelah munculnya perjanjian Jenewa pada
21 Juli 1954 yang berisisi tentang peresmian dipisahkannya Vietnam menjadi 2
Zona, yaitu Zona Utara dan Zona Selatan yang diatur oleh Vietnam selatan.
Dari pembahasan diatas jelas ya bagi kalian bahwa berdirinya
Vietnam selatan ada hubungannya dengan perang Indocina 1.
2)Perang Indocina II (1957 – 1975)
Perang Vietnam, juga disebut Perang Indocina Kedua, adalah sebuah
perang yang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan
bagian dari Perang Dingin antara dua kubu ideologi besar, yakni Komunis dan
SEATO. Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan)
dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea
Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina (yang bantuan militer
oleh Taiwan dan Spanyol) bersekutu dengan Vietnam Selatan, sedangkan Uni
Soviet, Tiongkok, Korea Utara, Mongolia dan Kuba mendukung Vietnam Utara yang
berideologi komunis.
Jumlah korban yang meninggal diperkirakan lebih dari 280.000 jiwa
di pihak Vietnam Selatan dan lebih dari 1.000.000 jiwa di pihak Vietnam Utara.
Perang ini mengakibatkan eksodus
besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat,
Australia dan negara-negara Barat lainnya, sehingga di negara-negara tersebut
bisa ditemukan komunitas Vietnam yang cukup besar.
Setelah berakhirnya perang ini, kedua Vietnam tersebut pun bersatu
pada tahun 1976 dan Vietnam menjadi negara komunis. Pada perang in Vietnam
Utara berhasil menguasai Vietnam Selatan, hal ini disebabkan oleh:
üPasukan Vietnam Utara siap mati
üPerjuangan Vietnam Utara mendapatkan dukungan dari para masyarakat
Vietnam
üTerdapatnya Korupsi di kubu tentara Amerika
üSeringnya informasi yang bocor kepada Vietnam Utara dari pegawai
hiburan malam yang dikunjungi tentara Amerika.
üRusia dan Republik Rakyat China selalu menyalurkan persenjataan
kepada pasukan Vietnam utara.
üTerdapat Pasukan Vietnam selatan yang memperjualbelikan senjata
Amerika kepada pasukan VIetnam Utara
üAmerika terkena Inflasi akibat pertempuaran Indochina ini.
Perang Indocina II adalah bagian dari perang dingin antara Blok
Barat (liberal) dan BlokTimur(Komunis)
C.Runtuhnya Vietnam Selatan
Proses runtuhnya Vietnam Selatan tidak dipungkiri akibat Perang
Indocina kedua yang terjadi antara tahun 1957 dan 1975 di Vietnam. Lalu apa
yang menyebabkan Vietnam Selatan runtuh? dan bagaimana akhirnya Vietnam
bersatu? Nah… puncaknya adalah ketika kembali terjadinya perang Indocina II. Ho
Chi Minh kembali melakukan serangan kepada Vietnam Selatan dengan bantuan Uni
Soviet. Kenapa Ho Chi Minh bersikeras ingin menghancurkan Vietnam Selatan? Hal
itu ia lakukan karena Vietnam Selatan dianggap sebagai penghalang persatuan
Vietnam yang telah ia cita-citakan.
Dengan adanya serangan itu, Amerika Serikat pun ikut turun tangan
membantu Vietnam Selatan, karena mereka masih berkepentingan pada wilayah
tersebut. Amerika Serikat yang berusaha mempertahankan wilayah Vietnam Selatan,
terus memberikanbantuan pasukannya. Akibatnya, perang Indocina II yang besar
pun tidak lagi bisa dihindari dan berlangsung pada tahun 1957-1975. Dengan
banyaknya korban yang berjatuhan, akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk
berunding dan melakukan gencatan senjata pada tahun 1970. Perundingan itu
diikuti oleh Vietnam Utara, Vietnam Selatan, dan Amerika Serikat di Paris.
Kemudian pada tahu 1972, diumumkan oleh AS bahwa Indonesia, Kanada, Hongaria,
dan Polandia menjadi pengawas gencatan senjata di Vietnam.
Peta Pembagian Wilayah Vietnam Utara & Selatan
Perundingan yang hampir mencapai kesepakatan itu ternyata
dilanggar. Tiba-tiba saja Vietnam Utara menyerang Vietnam Selatan secara
tiba-tiba. Amerika Serikat pun marah, kemudian Presiden Richard Nixon
memerintahkan pasukannya untuk meranjau semua lalu lintas laut dan juga
menghancurkan seluruh jalur komunikasi dan transportasi Vietnam Utara. Karena
mendapat serangan tersebut, akhirnya Vietnam Utara menyepakati gencatan
senjatanya. Perjanjian itu disebut sebagai Persetujuan Paris, dan ditandatangani
pada 27 Januari 1973. Sebenarnya Perang Vietnam ini sudah hampir berakhir pada
bulan April 1975. Namun, pada 18 April 1975 Vietnam Utara kembali mengancam
wilayah Vietnam Selatan, dan wilayah yang dituju adalah Saigon, ibu kota
Vietnam Selatan. Masyarakat Vietnam Selatan pun panik dan mulai
mengungsi ke wilayah AS menggunakan lima kapal induk Armada yang dikirimkan AS.
Presiden Vietnam sempat berganti 2 kali, pertama yaitu bergantinya Nguyen Van Thieu
ke Tran Van Huong. Nguyen Van Thieu adalah presiden yang menandatangani Persetujuan
Paris karena Amerika Serikat berjanji mengirim pesawat B-52 yang akan mengebom
Vietnam Utara jika melakukan pelanggaran. Namun hal itu tidak dilakukan oleh
Amerika Serikat, dan Vietnam Selatan kekurangan kekuatan militernya. Saat
bantuan
dari Amerika Serikat tidak datang, Vietnam Utara semakin di atas
angin. Kemudian pada tangga; 28 April 1975, Tran Van Houng digantikan oleh
Duong Van Minh sebagai Presiden Vietnam Selatan. Namun, baru sehari memimpin,
wilayahnya langsung diserang oleh pasukan gerilya Vietnam Utara yaitu Vietcong.
Wilayah yang menjadi tujuan serangan Vietcong adalah Saigon.
Kapal Pengangkut Pengungsi pada masa perang Vietnam
Perang Vietnam yang memakan banyak korban jiwa akhirnya selesai.Pada
akhirnya pasukan Vietnam Selatan kalah akibat hujan tembakan artileri yang dilakukan
oleh Vietcong. Akhirnya pasukan Vietnam Utara mulai menduduki posisi-posisi penting
di Saigon dan mengibarkan bendera mereka di istana kepresidenan Vietnam Selatan
pada 30 April 1975. Hal itu menandakan menyerahnya pemerintahan Vietnam Selatan
tanpa syarat kepada Vietcong, dan kejatuhan Saigon pun menandakan berakhirnya
Perang Vietnam dengan kemenangan Vietnam Utara. Hal ini menjadi periode awal
transisi Vietnam menjadi satu negara yang utuh.
Proses runtuhnya vietnam selatan.
Pada
abad 19 Vietnam dikuasai oleh negara Perancis
Setelah
Perancis melepaskan Vietnam, Jepang menguasai vietnam pada masa Perang dunia 2
Setelah
Jepang berhasil dikalahkan di perang dunia 2, Vietnam kembali jatuh ke tangan Perancis
Setelah
berakhirnya perang dunia II di Eropa dan dunia telah terjadi perang dingin antara
blok liberal dan blok komunis
Vietnam
terbagi menjadi dua bagian Blok Komunis dan Blok liberal. dimana Vietnam Utara
dipimpin oleh Ho Chi Minh berhaluan Komunis dan Vietnam Selatan dipimpin oleh
Ngo Dinh Diem dan dibantu oleh Amerika yang berhaluan Liberal
Pada
1967, Amerika di Vietnam Selatan berhasil dipukul mundur oleh Vietnam utara melalui
perang gerilya.
Sudah paham kan? sejarah berdiri sampai runtuhnya Vietnam Selatan.
Kalau kamu perhatikan, sebenarnya peperangan yang terjadi di Vietnam ini merupakan
peperangan kepentingan Blok Barat dan Blok Timur. Dari kedua wilayah Vietnam tersebut,
keduanya berada di bawah bayang-bayang negara lain. Hingga akhirnya Vietnam
menjadi negara yang utuh dan bersatu pada 1976. Nah kalau secara politik, ini
menjadi penanda kemenangan Blok Timur terhadap Blok Barat di Asia Tenggara, dan
Vietnam menjadi negara komunis.Bagaimana? Kamu kalian pasti sudah bisa
mengetahui salah satu peristiwa dunia runtuhnya Vietnam Selatan. Seru kan
mempelajari sejarah bangsa-bangsa lain?
Jadinya kita makin tambah pengetahuannya tentang apa yang ada di
luar Indonesia.
Rangkuman
Awal
berdirinya Vietnam Selatan itu ketika Perancis berusaha mendirikan negaranegara
boneka di kawasan Indocina di akhir Perang Dunia ke II. Dengan hadirnya Vietnam
Selatan, otomatis membuat Vietnam terpecah
peperangan
yang terjadi di Vietnam ini merupakan peperangan kepentingan Blok Barat dan
Blok Timur
Vietnam
Utara yang dipimpin oleh Ho Chi Minh mendapat pengakuan dari Rusia dan Tiongkok
pada tanggal 31 Januari 1950. Kemudian Vietnam Selatan yang dipimpin oleh Bao
Dai juga mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan Inggris.
Perang
Indocina Kedua, adalah sebuah perang yang terjadi antara 1957 dan 1975 di
Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dingin antara dua kubu
ideologi besar. Pada perang ini Vietnam Selatan kalah. Hal itu menandakan menyerahnya pemerintahan
Vietnam Selatan tanpa syarat kepada Vietcong, dan kejatuhan Saigon pun
menandakan berakhirnya Perang Vietnam dengan kemenangan Vietnam Utara. Hal ini
menjadi periode awal transisi Vietnam menjadi satu negara yang utuh.