Thursday, 4 March 2021

TEORI MASUK ISLAM KE INDONESIA


 Pada masa kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia terdapat beraneka ragam suku bangsa, organisasi pemerintahan, struktur ekonomi, dan sosial budaya. Suku bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di daerah-daerah pedalaman, jika dilihat dari sudut antropologi budaya, belum banyak mengalami percampuran jenis-jenis bangsa dan budaya dari luar, seperti dari India, Persia, Arab, dan Eropa. Struktur sosial, ekonomi, dan budayanya agak statis dibandingkan dengan suku bangsa yang mendiami daerah pesisir. Mereka yang berdiam di pesisir, lebih-lebih di kota pelabuhan, menunjukkan ciri-ciri fisik dan sosial budaya yang lebih berkembang akibat percampuran dengan bangsa dan budaya dari luar.


Untuk mempelajari Lebih mendalam seputar materi Teori Masuk Islam ke Indonesia silahkan Download Materi pada Modul dibawah ini:




 

Friday, 26 February 2021

KONFLIK DI TIMUR TENGAH, ASIA TENGGARA, ASIA SELATAN, DAN ASIA TIMUR

 

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah membaca modul berjudul Konflik-konflik di Berbagai Belahan Dunia kalian

diharapkan dapat:

Menjelaskan latar belakang terjadinya konflik-konflik di Timur Tengah, Asia

Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur

Menjelaskan jalannya konflik-konflik di Timur Tengah, Asia Tenggara, Asia

Selatan, dan Asia Timur

Menyebutkan tokoh-tokoh yang berperan konflik-konflik di Timur Tengah, Asia

Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur

Menjelaskan jalan keluar yang ditempuh untuk meredakan konflik-konflik di

Timur Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur.

Menyajikan hasil analisis tentang konflik-konflik di Timur Tengah, Asia

Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur dalam bentuk tulisan dan/atau media

 

B. Uraian Materi

1. Konflik di Timur Tengah

 a. Konflik Palestina – Israel


 Peta Pendudukan Israel di Palestina dari Masa ke Masa

 

Konflik Palestina dan Israel berlangsung sejak tahun 1947 ketika PBB memilih untuk membagi wilayah yang diperebutkan menjadi tiga bagian; satu untuk orang Yahudi, satu untuk orang Arab, dan rezim perwalian internasional di Yerusalem. Pembentukan negara Yahudi di Palestina. Rencana ini ditolak oleh negara-negaraArab. Pada tanggal 14 Mei 1948, dengan bantuan AS, Israel mendeklarasikan kemerdekaannya.

 https://youtu.be/ky4SxCgXGSU 


 Awal mula konflik terjadi akibat dikeluarkannya Deklarasi Balfour pada tanggal 2

 Nopember 1917 oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour yang

 ditujukan kepada Lord Rothchild Walter (seorang Yahudi-Inggris). Dalam surat itu,

 Balfour menyatakan bahwa Inggris akan mendukung aspirasi Zionis dengan

 memfasilitasi pembentukan sebuah rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di

 Palestina, dengan tidak merugikan hak-hak Palestina. Pada tanggal 14 Mei 1948, PBB mengeluarkan resolusi yang membagi wilayah Palestina menjadi tiga bagian, yaitu: Arab-Palestina, Israel, dan Yerussalem. Pembagian wilayahnya 54% untuk Israel, dan sisanya 46% untuk Palestina. Namun  demikian, Israel masih menginginkan wilayah yang lebih luas lagi, sehingga antara keduanya terlibat konflik hingga saat ini.

 Upaya menengahi konflik dilakukan dengan mengeluarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338. Upaya perundingan antara Palestina dan Israel, antara lain:

 Konferensi Madrid tahun 1991, berhasil mempertemukan Palestina dan Israel dalam

 satu meja, tetapi tidak menghasilkan sesuatu keputusan.

 Konferensi Oslo tahun 1993. Disepekati pembentukan pemerintahan mandiri rakyat

 Palestina yang meliputi Jalur Gaza, Jericho, dan Tepi Barat. Yasser Arafat ditunjuk

 sebagai wakil dari Otoritas Palestina.

 

b. Konflik Suriah


 

Syiria atau Suriah mendapatkan kemerdekaan dari Perancis 28 September 1941. Sejak tahun 1970-2000, Suriah dipimpin oleh diktator Hafez al-Assad, dan digantikan oleh anaknya Bashar al-Assad yang memerintah dengan cara menindas setiap bentuk perlawanan. Konflik diawali oleh grafiti di dinding sekolah yang bertuliskan As-Shaab/Eskaat el nizam, yang berarti rakyat ingin menyingkirkan rezim. Limabelas siswa yang dianggap bertanggungjawab ditahan dan disiksa, sehingga menimbulkan kemarahan dan memicu demonstrasi besar-besaran menolak kepemimpinan presiden Bashar al-Assad. Aksi demonstrasi ini ditanggapi oleh pemerintah dengan menggunakan kekuatan militer.

Melalui Dewan Keamanan PBB, tahun 2011, Amerika Serikat memberikan sanksi terhadap Suriah, tetapi mendapat tentangan dari Rusia dan Cina.

 

c. Revolusi Melati di Tunisia


  

Tahun 2010-2011 di kawasan Timur Tengah dilkalian pergolakan politik yang dikenal dengan sebutan Revolusi Melati. Tujuannya untuk menumbangkan penguasa yang dianggap diktator. Revolusi diawali di Tunisia, yang dengan cepat menjalar ke negara-negara lain yang menyebabkan terjadinya ketidakstabilan politik. Hal ini terjadi karena rezim yang diktator, pelanggaran HAM, pengangguran, kemiskinan, nasib buruh, mahalnya kebutuhan pokok, dan korupsi dalam pemerintahan.

Bermula seorang tukang sayur bernama Muhammad Bouazizi, 26 tahun. Ia seorang sarjana yang melakukan self immolation (bakar diri) di kota Sidi Bouzid akibat tidak terima dagangannya disita polisi. Aksi ini menyulut rakyat Tunisia yang merasa senasib. Terjadi demonstrasi besar-besaran, yang menyebabkan Zine El-Abidine Ben Ali mengundurkan diri sebagai presiden Tunisia.

Untuk materi Lengkap silahkan dibaca link dibawah ini: 

 Revolusi Tunisia

 Revolusi Tunisia (Kompas)

 

b. Revolusi Melati di Mesir


https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/04/141931769/sejarah-krisis-di-mesir-2011?page=all

 

Revolusi Melati di Tunisia memantik semangat bagi warga Mesir untuk menggulingkan pemerintahan Husni Mubarak yang berkuasa selama 30 tahun. Revolusi terjadi pada 25 Januari 2011 rakyat Mesir menuntut Presiden Husni Mubarak mundur dari jabatannya. Melalui jejaring sosial, ribuan rakyat Mesir berkumpul di alun-alun Tahrir, Kairo. Pemerintah Mesir menutup semua akses komunikasi, tetapi hal ini justru semakin menguatkan semangat. Akibat tekanan dari demonstran, pada tanggal 10 Pebruari 2011, Presiden Husni Mubarak menyerahkan kekuasaannya kepada Omar Sulaiman. Tetapi ditolak oleh rakyat, sehingga pemerintahan dipegang oleh Majelis Tertinggi Angkatan Bersenjata.

 

c. Revolusi Melati di Libya


 https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/04/145845869/konflik-libya-runtuhnya-rezim-muammar-khadafi

Revolusi Melati di Libya terjadi 15 Pebruari 2011, ketika sekitar 200 penduduk

melakukan demonstransi di depan markas polisi di kota Benghazi. Seorang

aktivis bernama Fathil Terbil ditangkap, yang menyebabkan kemarahan dimanamana.

Tindakan ini, dijawab oleh Presiden Muammar Kadafi dengan mengerahkan

tentara.

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi nomor 1970, tanggal 26 Pebruari

2011 yang meminta pemerintah Libya menghentikan tindakan represif terhadap

penduduk sipil.

Karena tidak mendapat respon dari pemerintah Libya, DK PBB kembali

mengeluarkan Resolusi nomor 1973. Berdasarkan resolusi itu, maka di Libya

dibentuk koalisi negara AS, Inggris, dan Jerman. Pada tanggal 20 Agustus 2011

diberitakan bahwa pemerintahan koalisi berhasil menguasai sumber minyak di

Brega. Dua hari berikutnya, rakyat Libya melakukan perayaan kebebasan

bersamaan dengan jatuhnya kota Tripoli. Keberadaan Muammar Kadafi tidak

diketahui hingga saat ini.

 

2. Konflik di Asia Tenggara

 

a. Konflik Pulau Sipadan dan Ligitan

 


 

Merupakan sengketa antara Indonesia dan Malaysia atas kepemilikan dua pulau

di Selat Makassar, yaitu pulau Sipadan (luas 50.000 m2) dan pulau Ligitan (luas

18.000 m2).

Berawal pada tahun 1967 ketika dalam pertemuan hukum laut antara kedua

negara, yang secara bersamaan mengklaim Sipadan dan Ligitan ke dalam

wilayahnya. Pada pertemuan tanggal 22 September 1969, kedua negara

menyetujui Memorandum of Understanding (MoU) yang menetapkan Sipadan dan

Ligitan dalam status quo, yang berarti kedua pulau tidak boleh ditempati maupun

dimanfaatkan oleh Indonesia dan Malaysia. Tetapi, Malaysia menggunakan

kesempatan ini untuk membangun fasilitas pariwisata, perlindungan terhadap

satwa penyu, dan pembangunan mercusuar.

Sengketa ini diselesaikan melalui ICJ (International Court of Justice) yang dalam

sidangnya tahun 2002, bukti-bukti yang diajukan oleh Malaysia lebih

memperkuat kedudukannya.

Baca Link Lengkapnya disini: 

Wikipedia Konflik Sepadan Ligitan


 b. Konflik Laut Cina Selatan dan Kepulauan Spratly

 

Kepulauan Spratly dikelilingi oleh negara Indonesia, Malaysia, Vietnam, Brunai

Darussalam, Cina, Taiwan, dan Philipina. Pada awalnya kepulauan ini tidak layak

huni, karena berupa gugusan karang laut. Namun, klaim terhadap wilayah ini

muncul setelah ditemukan potensi sumber daya alam, berupa minyak bumi, gas,

dan letaknya yang strategis di lintas perdagangan antarnegara.

Konflik mulai memanas pada tahun 1947. Proses damai di Laut Cina Selatan yang

diprakarsai ASEAN belum dapat membuahkan hasil hingga saat ini.

c. Konflik Thailand dan Kamboja

Konflik antara kedua negara terjadi akibat sengketa kepemilikan Kuil Preah

Vihear. Kuil ini terletak di antara distrik Choam Khsant (Kamboja) dan distrik

Kantharalak (Thailand).

Pada tahun 2008, kuil peninggalan abad XI ini dimasukkan ke dalam daftar

budaya dunia oleh UNESCO. Hal ini disambut gembira oleh rakyat Kamboja,

tetapi justru memicu masalah bagi Thailand. Akibatnya, terjadi kontak senjata

antara tentara Kamboja dan Thailand di dekat Kuil Preah Vihear pada tanggal 15

Oktober 2008.

Thailand kemudian meminta DK PBB untuk mengerahkan pasukan pemelihara

perdamaian. Tetapi, oleh PBB diambil jalur diplomasi antara keduanya dan ketua

ASEAN (Marty Natalegawa). Hasilnya, antara Thailand (diwakili oleh Menlu Kasit

Piromya) dan Kamboja (diwakili oleh Hun Sen) akan menyelesaikan konflik

dengan cara damai.

Modul PDF materi  


 

3. Konflik Asia Selatan

a. Konflik Kashmir antara India dan Pakistan

 

Faktor yang menjadi pemicu adalah masalah agama, yaitu penduduk yang

beragama Islam di Pakistan dan pemeluk Hindu di India, di samping masalah

pembagian wilayah, terorisme, dan nuklir.

Konflik semakin kuat dengan munculnya kelompok militan Kashmir yang

menentang segala keputusan pemerintah Hindu India dan menuntut

kemerdekaan Kashmir dari India atau bergabung dengan Pakistan.

Pada tanggal 5 Januari 2004 dimulai usaha perdamaian antara Perdana Menteri

India, Vajpayee dan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf. Kedua pemimpin

menyepakati untuk memulai dialog menyeluruh. Hingga sekarang ketegangan

 wikipedia konflik Kashmir


b. Perang Saudara di Sri Lanka

Merupakan bekas jajahan Inggris, mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Memperoleh kemerdekaan pada tahun 1948.

Konflik terjadi antara etnis Sinhala dan minoritas Tamil, bermula pasca

kemerdekaan, etnis Tamil tergeser kedudukannya oleh etnis Sinhala.

Tahun 1970-an, muncul gerakan sparatis Tamil, yang terkenal dengan nama

Gerakan Pejuang Pembebasan Macan Tamil atau Liberation Tigers of Tamil

Eelam (LTTE) yang memiliki persenjataan kuat. Tujuannya untuk membentuk

negara merdeka. Konflik ini telah menewaskan puluhan ribu penduduk sipil.

Setengah juta penduduk mengungsi.

Konflik mereda ketika Presiden Rajapakse mengakhiri operasi militer terhadap

LTTE.

Perang saudara di Srilanka 


 

4. Konflik di Asia Timur

 

a. Konflik Korea Utara dan Korea Selatan

 


https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Korea

Konflik antara dua Korea terjadi pasca Perang Dunia II akibat persaingan antara

Amerika Serikat dan Uni Soviet. Konflik terjadi ketika Korea Selatan bersikukuh

melakukan latihan militer di pulau Yeonpyeong. Tindakan Korea Selatan ini

dibalas oleh Korea Utara dengan meluncurkan roket ke arah Korea Selatan.

Sesungguhnya, Presiden Korea Selatan, Kim Dae Jung mengumumkan kebijakan

Sunshine Policy yang bertujuan meningkatkan interaksi antara kedua negara.

Akan tetapi, pada bulan Nopember 2010 Korea Utara melakukan ujicoba nuklir

dan peluncuran artileri yang menyebabkan dua warga sipil dan dua anggota

militer Korea Selatan tewas. Akibatnya, konflik hingga sekarang tetap berlanjut.

 

b. Konflik Tiongkok dan Jepang

 


Perang Tiongkok - Jepang Pertama 

Perang Tiongkok dan Jepang Kedua 

  

Terjadi akibat sengketa Kepulauan Senkaku, yang pada awalnya kelima gugusan

pulau itu tidak berpenghuni. Pada tahun 1885, pada jaman Restorasi Meiji,

pemerintah Jepang melakukan survei yang hasilnya pulau-pulau tersebut

dinyatakan tidak ada pemiliknya.

Pada tahun 1969, PBB mengumumkan bahwa Kepulauan Senkaku terdapat

sumber alam mineral dalam jumlah banyak. Akibatnya, Cina menjadi tertarik.

Pada sidang Dewan Keamanan PBB tanggal 20 Mei 1972, Amerika Serikat

mengembalikan Okinawa dan Kepulauan Senkaku kepada Jepang. Sejak saat

itulah, sering terjadi konflik kepentingan antara Cina dan Jepang.

 

C. Rangkuman

 Konflik-konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia terjadi akibat

persinggungan antara berbagai kepentingan. Masalah politik, ekonomi, dan agama

sering kali dijadikan sebagai sumber terjadinya konflik. Di samping pihak penguasa

yang ingin memaksakan kehendaknya untuk kepentingan diri sendiri atau

kelompoknya.

 Sebagai akibatnya, penduduk sipil yang tidak memahami duduk

permasalahannya menjadi korban keganasan perang. Bahaya kelaparan dan masa

depan yang suram karena negara tidak mampu melindungi rakyatnya. Bahkan, di

antara mereka yang harus mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya tanpa

tujuan yang pasti. Mereka hanya sekedar untuk bertahan hidup.

 Konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia akan berakhir, jika pihak-pihak

yang bersengketa mau meninggalkan egonya dan mencari solusi untuk dapat

melindungi dan memikirkan kesejahteraan rakyatnya.




Friday, 5 February 2021

Wednesday, 3 February 2021

SURAT EDARAN MENDIKBUD NO 1 TAHUN 2021 TENTANG PENIADAAN UJIAN NASIONAL DAN UJIAN KESETARAAN SERTA PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH DALAM MASA DARURAT PENYEBARAN COVID-19








 

Monday, 1 February 2021

 Kerajaan Mataram Kuno




A.   Letak Kerajaan

Kerajaan Mataram Hindu, berlokasi di pedalaman Jawa tengah, di sekitar daerah yang banyak dialiri sungai. Letak ibu kota kerajaan secara tepat belum dapat dipastikan, ada yang menyebut Medang di Poh Pitu, Ri Medang ri Bhumi Mataram. Daerah yang dimaksud belum jelas, kemungkinan besar di daerah Kedu sampai sekitar Prambanan (berdasarkan letak prasasti yang ditemukan).

Panduan Gerakan Literasi (GLS) di SMA Edisi Revisi



Salah satu prasyarat untuk mewujudkan kecakapan hidup abad XXI adalah kemampuan literasi berbasis teks multimodal yang tidak lepas dari penguatan pendidikan karakter sebagai upaya mewujudkan profil Pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, memiliki sikap bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri.

 

Agar mempunyai persepsi yang sama, diperlukan Panduan Gerakan Literasi (GLS) di SMA yang menyajikan praktik-praktik baik pelaksanaan GLS. Direktorat SMA menyusun seri buku Gerakan Literasi Sekolah di SMA yang diharapkan dapat menjadi referensi untuk menduplikasi, mengadaptasi, atau memodifikasi kegiatan literasi sekolah sebagai sebuah gerakan.

 

Edisi revisi tahun 2020 kali ini berfokus pada kegiatan strategi literasi dalam pembelajaran yang mendorong adanya integrasi enam literasi dasar, penggunaan alat bantu dalam pembelajaran dan kolaborasi antar mata pelajaran.

 

 Seri Manual GLS, ‘Think Aloud”


 

Kemampuan membaca dan memahami suatu teks tertulis merupakan salah satu keterampilan yang mutlak diperlukan agar peserta didik dapat menambah cakrawala pengetahuan dan mengambil manfaat dari apa yang dibacanya mengingat aktivitas membaca dapat diibaratkan sebagai “pembuka jendela dunia” yang berkontribusi besar untuk meningkatkan kualitas diri.

Selamat membaca dan salam literasi!

Keterampilan ini harus sedini mungkin dibekalkan kepada peserta didik dari jenjang dini hingga jenjang lanjut dengan menggunakan sejumlah tehnik yang dapat dimaksimalkan sesuai dengan jenjang dan peruntukannya. Seri Manual GLS, ‘Think Aloud” ini  dibuat untuk menyempurnakan kegiatan literasi di sekolah dengan tetap berfokus pada upaya untuk menumbuhkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu memecahkan masalah dengan kreatif, mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik.

Semoga Seri Manual GLS, ‘Think Aloud’ ini dapat diimplementasikan dengan optimal oleh warga sekolah, terutama, untuk membumikan penerapan enam literasi dasar, yaitu literasi baca-tulis, numerasi, literasi sains, finansial, digital, serta literasi budaya dan kewargaan peserta didik kita.


Download  Panduan GerakanLiterasi (GLS) di SMA Edisi Revisi

Download Seri Manual GLS, ‘Think Aloud”

Friday, 29 January 2021

SEMANGAT MENULIS SEMANGAT BERBAGI

 

 

"Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan."

Kalimat motivasi ini seakan penyemangat diri untuk terus belajar dan berkarya. Malam ini fokus ke kelas belajar menulis bersama Om Jay dengan Narasumber berprestasi dari Kota Toraja. Yulius Roma Patandean, S.Pd  yang sebelumnya merupakan peserta pada kelas menulis gelombang delapan. Yang muda yang berkarya, semangat ini bisa disematkan ke beliau mengingat banyak sudah prestasinya. Berikut sekilas prestasi dan karya dari pak Roma :

 

Prestasi

1. Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017.

2.    Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu pada ajang Gurulympics PGRI tahun 2020.

 

Buku-buku yang telah ditulis: 

  • Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020);
  •   Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020);  
  • Flipped Classroom (Penerbit ANDI, 2020);
  • Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020);
  •  Antologi Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari Rumah (Penerbit  Tata Akbar, 2020);
  • Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit Pustaka Ilalang, 2020);  
  •  Tetesan Di Ujung Pena (Penerbit Eduvation, 2021).





Wah… kapan bisa punya prestasi seperti beliau serta dapat menerbitkan karya buku-buku hebat.

 

Tema  malam ini adalah Menulis dan Berbagi Ini adalah pengalaman narasumber sendiri dalam menunjang produktifitas menulisnya. Yakin bahwa kita semua memiliki ide dan pengalaman yang bisa dituliskan. Kita memiliki karunia untuk menulis. Tinggal bagaimana mengolah kedua hal ini untuk menjadi penopang tulisan yang terstruktur menjadi sebuah buku.

 

Membuat resume dari materi-materi yang disampaikan narasumber adalah salah satu cara melatih keaktifan kita untuk menulis. Jadikanlah menulis resume adalah menu wajib sekaligus alarm bagi kita untuk konsisten menulis. Mengapa resume? Karena resume inilah yang paling mudah kita bahasakan saat kita mulai belajar menulis. Kontennya sudah ada, tinggal diolah dan diberi bumbu kreatifitas mengolah kata-kata sehingga bahasanya renyah untuk dibaca (Kata Omjay dan Pak Mukminin).

 

Menulislah tanpa beban, seperti air yang mengalir dari ketinggian, di mana ia akan berhenti di tempat yang datar untuk menjadi satu kumpulan yang besar. Demikianlah kata demi kata yang kita tuliskan, sedikit demi sedikit, pada akhirnya akan terkumpul menjadi naskah yang bisa dibukukan.

 

Ternyata buku juga ada standar halaman supaya bisa menjadi buku

Menurut format aturan UNESCO, minimal isi buku adalah 40 halaman. Untuk mencoba membuat buku dengan standar ini, menulis minimal 20 resume dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI ini menjadi kewajiban yang harus bapak/ibu guru lakukan. Jika tiap resume menghasilkan masing-masing 5 halaman ukuran kertas A5, maka 20 resume sudah menghasilkan 100 halaman naskah buku.

 

Ternyata menulis juga harus berbagi

Sesuai dengan pengalaman Pak Roma, membagikan praktik-praktik baik tentang menulis kepada orang lain adalah pemberi motivasi baginya untuk terus menulis. walaupun harus diakui bahwa motivasi menulis guru-guru di tiap daerah itu berbeda-beda. Selain membagikan tulisan di blog ke grup WA sekolah dan media sosial, beliau juga ikut menuliskan artikel di laman guru berbagi.kemdikbud.go.id. yang telah ada dua artikelnya yang sudah diterbitkan di laman ini.Berbagi ke rekan-rekan kerja di sekolah, termasuk mengajak rekan-rekan guru dari sekolah lain untuk menulis. Supaya mereka termotivasi, yang memberi bukti lebih dulu, menulis puisi dan terbit jadi sebuah buku.Berbagi demikian untuk memberikan motivasi ke rekan-rekan guru di sekolah dan daerah, bahwa menulis itu bisa kita lakukan.

 

Bagaimana agar para rekan-rekan bisa lebih antusias menulis, sehingga kita dan rekan bisa seiring sejalan menggapai kemajuan literasi?

Terus berjuang mengajak rekan-rekan guru menulis, memulai menulis cerpen dengan siswa, semoga langkah ini akan melecut semangat guru-guru, ketika siswanya bisa menerbitkan buku ber-ISBN. Sampikanlah kalimat pak Thamrin dari YPTD, menulislah untuk mendapatkan mahkota menulis, yakni buku  ber-ISBN.

 

Bagaimana trik khusus agar memilih orang yang tepat untuk berbagi tulisan ?

Trik paling baik adalah trik pedagang keliling seperti yang disampaikan Om Jay, share saja berulang-ulang, suatu-saat pasti ada yang berminat. Sering share tulisan blog  di medsos, namun lebih banyak yang tidak terbaca dari pada terbacanya ternyata. Terkait minat pembaca sebenarnya ada hubungannya dengan tipe kawan-kawan kita di medsos, kalau tipe teman  kita lebih banyak pembuat canda, maka tulisan yang kita share minimal judulnya bernada lucu, kemudian tambahkan gambar atau photo yang mendukung narasi kita.

 

Akhir kata, kelas ditutup dengan kalimat motivasi. " Menulislah seperti air mengalir, setiap ada kendala selalu ada jalan keluarnya, seperti air yang senantiasa mencari celah baginya untuk mengalir. Tantangan terbesar menulis adalah diri kita. Jadi mari kalahkan diri kita agar kita konsisten menulis di tengah keterbatasan yang melingkupi kita" 

 Salam Literasi**

Kelas Menulis 

Batam, 29 Januari 2021

Pemateri: Yulius Roma Patandean, S.Pd

Peresume: Yuliasman, S.Pd 

 

Runtuhnya Jerman Timur & Reunifikasi Jerman

 



Sejak Perang Dunia Kedua tahun 1945 Jerman praktis terpecah dua. Perpecahan itu berlangsung sampai tahun 1990, ketika Jerman Timur resmi membubarkan diri dan bergabung ke Jerman Barat. Mengapa Jerman pecah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur dan bagaiman proses bubarnya Jerman Timur dan kemudian Bergabung dengan Jerman Barat ?

 

1. Pecahnya Jerman

 

Di akhir Perang Dunia II, Jerman terbagi atas 4 wilayah pendudukan militer di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di barat, serta satu wilayah di bawah kekuasaan Uni Soviet di timur. Tujuan awalnya adalah untuk bersama bekerja membantu pembangunan kembali Jerman sekaligus agar negara itu tidak lagi menjadi ancaman bagi perdamaian dunia. Perang Dingin kemudian mengubahnya. Republik Demokratik Jerman (GDR) didirikan oleh Uni Soviet pada 7 Oktober 1949 di timur setelah beberapa bulan sebelumnya tiga wilayah lain di barat bergabung menjadi Republik Federal Jerman.

 


Perpecahan Jerman adalah cerminan klaim yang diajukan oleh pihak Sekutu yang memenangkap peperangan pada tahun 1945. Di satu sisi ada AS, Prancis, dan Inggris; di sisi lain, Uni Soviet. Mereka membentuk aliansi untuk mengalahkan Jerman dibawah rezim Nazi Hitler, namun kedua kubu punya ideologi berbeda yang segera menjadi jelas lagi setelah Jerman menyerah. Pihak sekutu Barat ketika itu memotori pendirian Jerman Barat, sedangkan penguasa Uni Soviet Josef Stalin memerintahkan pendirian Jerman Timur. Uni Soviet ketika itu memang mendominasi Eropa Timur dengan ideologi sosialisme dan sistem ekonomi terencana.

 

2. Berdirinya Jerman Timur

 

Jerman Timur, atau nama resminya Republik Demokratik Jerman atau RDJ merupakan negara Blok Timur selama periode Perang Dingin. Republik Demokratik Jerman, atau lebih dikenal sebagai Jerman Timur, didirikan 7 Oktober 1949 - empat tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua dan empat bulan setelah berdirinya. Republik Federal Jerman, atau Jerman Barat.

 

Bendera Jerman Timur

Karakteristik negara-negara sosialis di Eropa Timur: tidak ada kebebasan pers, tidak ada kebebasan bergerak, tidak ada lembaga peradilan yang independen, dan tidak ada partai politik maupun pemilu bebas. Polandia, Hongaria, Rumania, dan Jerman Timur hanyalah beberapa negara yang saat itu disebut negara Tirai Besi. Mereka semuanya menyandang nama demokrasi, namun sistem pemerintahannya adalah kediktatoran.

 

 

Karakteristik negara-negara sosialis di Eropa Timur: tidak ada kebebasan pers, tidak ada kebebasan bergerak, tidak ada lembaga peradilan yang independen, dan tidak ada partai politik maupun pemilu bebas. Polandia, Hongaria, Rumania, dan Jerman Timur hanyalah beberapa negara yang saat itu disebut negara Tirai Besi. Mereka semuanya menyandang nama demokrasi, namun sistem pemerintahannya adalah kediktatoran.

 

Jerman Timur ketika itu punya peran geografis dan politik khusus di Blok Timur, karena langsung berbatasan dengan Blok Barat. Selain itu, kota Berlin yang terbagi dua terletak di wilayah Timur. Dengan demikian, Berlin Barat yang termasuk Blok Barat seperti menjadi pulau di Jerman Timur yang sosialistis.

 

Di kota Berlin terjadi persaingan antara sistem kapitalisme dan sosialisme. Kota dengan lebih tiga juta penduduk itu menjadi pusat Perang Dingin. Sampai 1961 perbatasan Berlin barat dan timur menjadi jalur pengungsi yang ingin melarikan diri Blok Timur ke Blok Barat. Namun jalur itu tertutup dengan pembangunan Tembok Berlin. Sebelumnya, lebih dari satu juta orang yang tidak setuju dengan sistem sosialis yang otoriter sudah melarikan diri ke Jerman Barat.

 

Setelah Tembok dibangun, masyarakat Jerman Timur makin terisolasi. Tahun 1970-an, Kanselir Jerman Barat saat itu Willy Brandt memulai era diplomasi baru dengan memulihkan hubungan diplomatik ke Jerman Timur. Tahun 1971, Willy Brandt dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian untuk politiknya, dan 1973 kedua negara Jerman menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

Berlin Wall 1961

Namun usia negara Jerman Timur relatif singkat. Rezim sosialistis gagal mengembangkan ekonomi dan menjamin kesejahteraan bagi warganya, tertinggal jauh dengan perkembangan di Jerman Barat yang demokratis. Warga Jerman Timur tidak memiliki kebebasan berpendapat dan juga hanya boleh bepergian ke luar negeri dengan ijin khusus, yang sulit didapat.

 


Warga Jerman Timur mengekspresikan kekecewaan mereka tidak hanya melalui demonstrasi massal di jalan-jalan, melainkan juga dengan ramai-ramai mengajukan permohonan bepergian ke luar negeri.

 

 


Setelah Perang Dunia Kedua,Eropa dibagi-bagi antara Uni Soviet dan negara-negara Barat. Soviet kemudian mendirikan "Tirai Besi" yang memisahkan Timur dari Barat.Jerman yang kalah perang dibagi-bagikan untuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis  dan Uni Soviet-yang menduduki bagian timur. Jerman Timur - yang nama resminya adalah Republik Demokratik Jerman - menjadi tumpuan Uni Soviet di Eropa Barat. Tembok Berlin dibangun tahun 1961 karena banyak warga Berlin Timur yang menyeberang ke Barat. Berlin - yang terletak di bagian Timur Jerman - sendiri terbagi empat. Wilayah Inggris, Prancis, dan AS di barat dan zona Soviet di timur. Maka Berlin Barat menjadi kantong negara Barat yang dikelilingi oleh wilayah Jerman Timur.

 

Kegagahan Tembok Berlin setelah menjulang selama 28 tahun akhirnya runtuh. tembok yang menjadi simbol pemisah tersebut dirobohkan oleh massa. Aksi massa ini didorong oleh runtuhnya Uni Soviet serta penerapan sejumlah reformasi liberal yang dilakukan oleh Jerman Timur sebelumnya. Pada tanggal 9 November 1989 pagi, massa dari Jerman Barat dan Jerman Timur berkumpul di Tembok Berlin. Aksi ini didasari oleh pengumuman Pemerintah Jerman Timur. Pada pagi 9 November, pemerintah Jerman Timur, mengatakan jika warganya bisa dengan bebas melintasi tembok pembatas ke wilayah Barat. Setelah itu, warga Jerman Timur mengerumuni Tembok Berlin, di mana mereka disambut oleh warga di Berlin Barat.


Melansir laman History, orang-orang dari Berlin Barat dan Timur mulai berkumpul di sekitar tembok. Mereka menyerukan kalimat Tor auf atau "Buka Gerbangnya" sembari minum bir serta champagne. Kemudian, pada tengah malam, massa mulai memenuhi checkpoint tembok. Saat itu, dilaporkan sebanyak 2 juta orang datang berkumpul di Tembok Berlin. Mereka memanjat dan membongkarnya. Kala itu, massa meruntuhkan tembok menggunakan palu dan berusaha menyingkirkan potongan-potongan tembok menjauh dari lokasi aslinya. Orang-orang Berlin sendiri menyebut mereka yang meruntuhkan tembok sebagai Mauerspechte atau para pelatuk tembok. Beberapa jurnalis menggambarkan peristiwa tersebut sebagai pesta rakyat terbesar dalam sejarah dunia. Setelah tembok pemisah berhasil dibuka, massa mulai melintasi pagar. Arsip pemberitaan Harian The Guardian, 11 November 1989 menggambarkan, para penduduk melintasi tembok dengan sukacita, heran, tangis, dan tawa. Meski telah dirusak oleh massa dengan hanya bermodalkan tangan dan palu. Namun beberapa hari kemudian, tembok kembali dirobohkan dengan menggunakan alat berat seperti crane hingga buldozer.

Setelah tembok yang menghalangi aktivitas masyarakat Berlin tersebut menghilang, warga kota kembali bersatu sejak dipisahkan pada tahun 1945. Seorang warga kemudian menuliskan kalimat "Hanya hari ini, perang benar-benar telah usai", pada bagian tembok yang telah runtuh. Sejak didirikan pada tahun 1961, sebanyak 5.000 orang gagal menembus blokade tembok. Selain itu, sebanyak 191 orang meninggal dunia dalam usaha untuk melintasi tembok pembatas tersebut. Hampir setahun setelah runtuhnya tembok pemisah tersebut. Proses reunifikasi atau bergabungnya Jerman Barat dan Timur terjadi pada tanggal 3 oktober 1990.

 

 

 

4. Bubarnya Jerman Timur dan Bersatunya Jerman

 

Pimpinan Jerman Timur Erich Honecker memerintah dengan otoriter dengan bantuan dinas rahasia Stasi yang sangat ditakuti. Namun mereka tidak bisa menghentikan erosi kepercayaan. Dengan perubahan di Uni Soviet yang dicanangkan oleh Mikhail Gorbachev, Eropa Timur pun mengalami perubahan besar, terutama Polandia dan Hongaria. Desakan untuk kebebasan dan demokrasi makin lantang disuarakan.

 


Pada tanggal 7 Oktober 1989, rezim sosialistis di Jerman Timur meggalang perayaan besar 40 tahun pendirian Republik Demokratik Jerman Timur. Namun warga yang sudah kehilangan kepercayaan dan menolak penindasan terus menggalang aksi protes damai yang makin lama makin luas di berbagai kota. Akhirnya, pada 9 November 1989, rezim terpaksa menyerah pada desakan puluhan ribu orang yang ingin melewati perbatasan antara Berlin Timur dan Berlin Barat.

 

Pasukan penjaga perbatasan dan agen-agen Stasi tidak berani melepaskan tembakan kepada ribuan warga yang berunjuk rasa, dan akhirnya membuka perbatasan setelah ada perintah dari pejabat tinggi Jerman Timur. 9 November kemudian diperingati sebagai hari runtuhnya Tembok Berlin. Erich Honecker terpaksa mundur dan melarikan diri ke Kedutaan Chile di Moskow, namun kemudian diekstradisi ke Jerman untuk diadili. Dia akhirnya dilepaskan pengadilan atas alasan kesehatan dan pindah ke Chile.

 


Parlemen darurat yang dibentuk oleh kalangan pro-demokrasi akhirnya melaksanakan pemilihan umum untuk memilih parlemen baru yang demokratis. Lalu parlemen baru Jerman Timur pun memutuskan pembubaran negaranya dan penggabungan ke Jerman Barat.

 

Pada awal tahun 1990 muncul ide untuk melakukan unifikasi atau penyatuan Jerman kembali. Ide itu muncul pada pertemuan di Ottawa, Ibukota Kanada pada bulan Februari 1990 yang dihadiri oleh keempat Menteri Luar Negeri dari negara -negara pemenang Perang Dunia II dan kedua Menteri Luar Negeri dari Jerman Barat dan Jerman Timur. Pertemuan itu lebih dikenal dengan rumusan Dua Plus Empat, yang terdiri dari Jerman Barat dan Jerman Timur dengan Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Prancis.

 


Pertemuan-pertemuan selanjutnya tersus berlanjut membicarakan penyatuan Jerman dan para pejabat dari enam negara itu telah mempersiapkan berbagai rapat kerja yang menghasilkan pertemuan para menteri luar negeri. Pertemuan pertama diselenggarakan di Bonn, Ibukota Jerman Barat pada bulan Mei 1990. Sebulan kemudian pasca pertemuan di Bonn, diselenggarakan pertemuan di Berlin Timur dan Paris. Memasuki babak akhir prosesi unifikasi, pada tanggal 12 September 1990, pertemuan diselenggarakan di Moskow, Uni Soviet. Pada pertemuan tersebut tercipta rumusan mengenai penyatuan Jerman.

 

Pertemuan Dua Plus Empat itu menjadi awal permulaan yang menghubungkan satu perundingan dengan perundingan yang lainnya, salah satunya Sidang Pertemuan Puncak Ekonomi Internasional pada bulan Juli 1990, kemudian Pertemuan Puncak NATO, serta pertemuan tentang pengurangan persenjataan di Wina, Austria pada bulan Agustus 1990, pertemuan khusus dari Konferensi Keamanan dan Kerja Sama Eropa di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

Di samping itu, keberhasilan perundingan dalam rangka mencapai kesepakatan penyatuan Jerman tidak terlepas dari peran Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev yang berhasil menciptakan suatu arus pemikiran baru dalam Politik Luar Negeri Uni Soviet. Demokratisasi dari Uni Soviet yang menyebar terhadap negara-negara Komunis di Eropa Barat, Tengah dan Timur juga menjadi faktor pendorong terciptanya proses Unifikasi Jerman. Implementasi baru itu akhirnya mengubah tatanan politik yang ditancapkan oleh Rezim Joseph Stalin yang selama ini bercokol di Eropa Timur dan Tengah. Politik baru itu memungkinkan rakyat Jerman turun ke jalan untuk menyatukan Jerman sebagai satu kesatuan tanah air.

 


Pada tanggal 3 Oktober 1990 Jerman bersatu sekitar 17 juta warga Jerman Timur praktis menjadi warganegara Jerman Barat. Tanggal 3 Oktober kemudian dicanangkan sebagai Hari Penyatuan Jerman (Tag der Deutschen Einheit) dan dinyatakan sebagai hari libur nasional.

Peristiwa Reunifikasi Jerman tidak bisa terlepas dari melemahnya kekuatan politik dan ekonomi Uni Soviet pada pertengahan dekade 1980-an. Berikut faktor-faktor pendorong Reunifikasi Jerman:

1)   Kegagalan kebijakan Glasnost dan Perestroika di Uni Sovyet Penerapan kebijakan Glasnost (keterbukaan politik) dan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) yang diterapkan Michael Gorbachev pada tahun 1985 tidak mampu membawa dampak positif bagi Uni Soviet dan negara-negara bawahannya. Hal tersebut berdampak pada munculnya semangat masyarakat Jerman Timur untuk melepaskan diri dari Uni Soviet.

 

2)          Pemerintah komunis Jerman Timur yang otoriter Masyarakat Jerman Timur pada masa pendudukan Uni Soviet mengalami banyak kesulitan dalam segi sosial, ekonomi dan politik. Hal tersebut merupakan disebabkan oleh penerapan kebijakan otoriter Uni Soviet yang membatasi aktivitas masyarakat Jerman Timur. Baca juga: Sejarah Perang Salib III (1189-1192)

 

3)       Kemajuan Jerman Barat Jerman Barat yang berada di bawah Amerika Serikat mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam segala bidang. Hal tersebut menimbulkan keinginan masyarakat Jerman Timur untuk melakukan reunifikasi.

 

 Rangkuman

 

1.     Di akhir Perang Dunia II, Jerman terbagi atas 4 wilayah pendudukan militer di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di barat, serta satu wilayah di bawah kekuasaan Uni Soviet di timur. Tujuan awalnya adalah untuk bersama bekerja membantu pembangunan kembali Jerman sekaligus agar negara itu tidak lagi menjadi ancaman bagi perdamaian dunia.

 

2.     Republik Demokratik Jerman, atau lebih dikenal sebagai Jerman Timur, didirikan 7 Oktober 1949 - empat tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua dan empat bulan setelah berdirinya. Republik Federal Jerman, atau Jerman Barat.

 

3.     Di kota Berlin terjadi persaingan antara sistem kapitalisme dan sosialisme. Kota dengan lebih tiga juta penduduk itu menjadi pusat Perang Dingin. Sampai 1961 perbatasan Berlin barat dan timur menjadi jalur pengungsi yang ingin melarikan diri Blok Timur ke Blok Barat. Namun jalur itu tertutup dengan pembangunan Tembok Berlin.

 

4.     Tembok Berlin dibangun tahun 1961 karena banyak warga Berlin Timur yang menyeberang ke Barat. Kegagahan Tembok Berlin setelah menjulang selama 28 tahun akhirnya runtuh. tembok yang menjadi simbol pemisah tersebut dirobohkan oleh massa.

 

5.     Pimpinan Jerman Timur Erich Honecker yang memerintah otoriter dengan bantuan dinas rahasia Stasi yang sangat ditakuti terpaksa mundur dan melarikan diri ke Kedutaan Chile di Moskow, namun kemudian diekstradisi ke Jerman untuk diadili. Dia akhirnya dilepaskan pengadilan atas alasan kesehatan dan pindah ke Chile. Parlemen darurat yang dibentuk oleh kalangan pro-demokrasi akhirnya melaksanakan pemilihan umum untuk memilih parlemen baru yang demokratis.

 

6.     Parlemen baru Jerman Timur memutuskan pembubaran negaranya dan penggabungan ke Jerman Barat. Proses reunifikasi atau bergabungnya Jerman Barat dan Timur terjadi pada tanggal 3 oktober 1990 atau hampir setahun setelah runtuhnya tembok pemisah tersebut.

  

 

TEORI MASUK ISLAM KE INDONESIA

 Pada masa kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia terdapat beraneka ragam suku bangsa, organisasi pemerintahan, struktur ekonomi, dan ...

Postingan Populer